Bayi Belajar Menangis dan Tertawa Sejak Dalam Rahim

Publikasi : 05-12-2010

Ternyata bayi sudah belajar menangis dan tertawa sejak berada dalam rahim. Kesimpulan ini diketahui dari hasil penelitian dari sekelompok peneliti yang mengamati perkembangan bayi dalam rahim. Penelitian itu menunjukkan bahwa ekspresi wajah bayi berkembang sejak masa kandungan 24-36 minggu. Setelah itu, ekspresi dan gerakan bayi jadi lebih kompleks.<

Pertumbuhan janin dalam rahim manusia memang kompleks dan menakjubkan. Hingga tak heran bila kemudian membuat banyak orang penasaran. Penelitian yang kali pertama dilakukan ini menyebutkan bayi sudah belajar menyampaikan ekspresi bahagia dan sedih sejak ada berada dalam kandungan ibunya.

Bayi dalam rahim menununjukkan beragam ekspresi wajah, dan besar kemungkinan gerakan wajah tersebut merupakan ekspresi menangis dan tertawa. Penelitian yang dipublikasi melalui Female First ini merekam dengan video gerakan wajah janin lewat mesih USG 4D. Janin tersebut dipantau perkembangannya pada minggu ke 20, 24 dan 36. Dari waktu ke waktu, gerak wajah bayi itu semakin kompleks.

Tahap pertama, pada pengamatan minggu ke 24, janin sudah mampu menggerakkan satu otot wajah. Janin sudah bisa merenggangkan bibir dan membuka mulut mereka. Pada minggu ke 35, jani sudah bisa menggabungkan sejumlah gerakan otot wajah. Mereka sudah bisa merenggangkan bibir, menurunkan alis, memperdalam alur nasolabial hingga mudah dikenali sebagai ekspresi.

Hasil penelitian ini merupakan wawasan baru yang menarik dalam pertumbuhan janin dalam rahim. Ini kali pertama yang menunjukkan bagaimana bayi sehat mengalami perkembangan kompleks pada gerakan wajahnya," jelas brian Francis, profesor statistik sosial dari Fakultas Matematika dan Statistik, Universitas Lancaster.

Walau demikian, janin masih belum bersuara. Janin hanya mengekspresikan dirinya melalui gerakan wajah, ekspresi menangis dan tertawa.

Pada penelitian sebelumnya, bayi diketahui bisa berkedip sebelum lahir, serta diketahui bisa cemberut ketika masih berada dalam rahim."Penelitian ini juga kali pertama yang mengembangkan metode coding dan analisis yang melacak peningkatan kompleksitas gerakakn wajah janin," tambah Dr Nadja Reissland dari Universitas Durham.

Sumber: PSIKOLGO ZONE
Kirim ke: