Twitter Ungkap Pola Mood Pemakai

Publikasi : 05-12-2010

Twitter bukan hanya medium bersosial melui media online, namun bisa juga menjadi petunjuk kondisi mood (suasana hati) Anda sehari-hari. Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Cornell University terhadap pengguna mikroblogging twitter ini, menunjukkan manusia cenderung berada dalam mood nyaman ketika pagi hari dan berbahagia ketika berada di akhir pekan.

Penelitian unik ini dilakukan sejumlah peneliti dari Cornell University, Amerika Serikat, terhadap 2,4 juta akun Twitter. Akun yang dipakai sebagai sumber data yakni pengguna Twitter yang terdaftar sejak Februari 2008 hingga April 2009. Persyaratan lainnya untuk sumber data yakni pengguna twitter yang men-tweet lebih dari 25 postingan setiap hari. Dari 509 juta tweet yang tersedia, diketahui bahwa manusia memiliki pola mood yang hampir seragam.

Dari penelitian tersebut disimpulkan bahwa manusia berada dalam kondisi mood baik saat bangun tidur. Lalu pada siang hari, moodnya akan menurun. Saat jam makan malam hingga menjelang tidur, mood manusia akan kembali membaik.

Jelas kondisi mood ini bukan disebabkan karena kesibukan manusia pada jam-jam kerja. Alasan tersebut tidak seratus persen benar. Hal ini terbantahkan karena pola yang sama terjadi juga pada akhir pekan. Artinya, jam biologis manusia yang menentukan mood manusia setiap hari, apakah di hari kerja ataukah di akhir pekan.

Pantaun terhadap tweet-tweet tersebut menunjukkan akhir pekan membuat mood manusia jadi baik. Kondisi mood baik ini tidak hanya terjadi di Amerika Serikat saja, melainkan juga di Uni Emirat Arab. Perlu untuk diketahui, di Uni Emirat Arab, akhir pekan itu jatuh pada hari Jumat dan Sabtu, bukan pada Sabtu dan Minggu.

"Besar kemungkinan orang yang bangun tidur dengan bunyi alarm yang mengganggu, akan merusak ritme alamiah Anda. Mood akan baik ketika Anda terbangun secara alamiah," jelas Michael Macy, sosiolog dari Cornel University.

Kesimpulan lainnya dari penelitian ini yaitu, mood berubah seiring perubahan musim. Pada musim panas yang mempunyai siang hari yang jauh lebih panjang dari biasanya, akan membuat mood lebih baik. Berbeda dengan mood di musim dingin yang mempunyai siang lebih singkat, membuat mood baiknya berkurang.

Walau musim berpengaruh terhadap mood manusia, para peneliti juga mengakui bahwa mood dipengaruhi pula oleh faktor alam, faktor kerja, faktor budaya dan kebiasaan di masing-masing negara. Kesimpulan ini diperoleh setelah memeriksa tweet dari 84 negara di dunia.

"Budaya berinteraksi dengan pola biologis manusia menyebabkan perubahan mood seseorang. Ini terlihat jelas dari data tweet yang kami kumpulkan," pungkas Macy.

Sumber: PSIKOLOGI ZONE

Kirim ke: